Search This Blog

Selasa, 17 Mei 2022

Niat dan Cara Tayamum di Tembok dengan Benar, Perlu Diketahui | merdeka.com - Merdeka.com

Selasa, 17 Mei 2022 11:14 Reporter : Ayu Isti
Niat dan Cara Tayamum di Tembok dengan Benar, Perlu Diketahui tayamum. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Wudu merupakan salah satu rukun yang harus dilakukan setiap umat muslim ketika hendak melakukan salat. Dalam hal ini, wudu merupakan kegiatan membasuh beberapa anggota tubuh menggunakan air dengan tujuan untuk mensucikan diri. Tanpa wudu, setiap ibadah salat yang dilakukan tidak sah.

Namun, terdapat beberapa kondisi yang memperbolehkan setiap umat muslim untuk bertayamum sebagai pengganti wudu. Ini biasanya dilakukan ketika sumber air terbatas atau jauh dari keberadaan air ketika hendak menunaikan ibadah salat. Dalam hal ini, Islam memberikan keringanan dengan menganjurkan tayamum.

taboola mid article

Kegiatan tayamum biasanya dilakukan dengan menggunakan debu yang bersih, seperti yang terdapat pada pasir halus dan bebatuan. Selain itu, tembok juga sering digunakan sebagai tempat bertayamum karena debu-debu yang menempel bersih dan layak.

Selain memperhatikan aturan tempat tayamum, Anda juga perlu memahami bacaan niat dan cara tayamum di tembok dengan benar. Sebab tayamum berbeda dengan wudu, maka lafal niat yang diucapkan saat bertayamum tentu saja berbeda. Begitu pula dengan cara membasuh bagian tubuh saat bertayamum juga berbeda dengan wudu.

Dilansir dari NU Online, berikut kami merangkum penjelasan tentang penyebab, niat dan tata cara tayamum di tembok dengan benar, perlu Anda perhatikan.

2 dari 4 halaman

Sebab-Sebab Tayamum

Sebelum mengetahui niat dan cara tayamum di tembok, perlu dipahami terlebih dahulu sebab-sebab apa saja yang memperbolehkan seseorang untuk bertayamum. Dalam Surat An Nisa ayat 43 telah dijelaskan, “Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu,”

Dalam ayat tersebut dapat dipahami, bahwa tayamum dilakukan ketika kondisi sedang tidak ada air. Kondisi tidak adanya air ini dijelaskan lebih lanjut menjadi beberapa sebab dan kriteria yang perlu Anda perhatikan, yaitu sebagai berikut:

  • Tidak adanya air, baik secara kasat mata atau syara’. Secara kasat mata misalnya saat dalam bepergian Anda benar-benar tidak mendapatkan sumber air untuk berwudu, sedangkan secara syara’ misalnya jika air yang tersedia tidak mencukupi untuk wudu dan hanya cukup untuk kebutuhan minum saja.
  • Jauhnya lokasi sumber air. Jarak keberadaan air ini jika di atas jarak setengah farsakh atau 2,5 kilometer dari lokasi Anda saat ini. Sehingga, jika terdapat sumber air namun Anda harus menempuh jarak lebih dari 2,5 kilometer, maka diperbolehkan untuk bertayamum.
  • Sulitnya menggunakan air, baik secara kasat mata maupun syara’. Sulit menggunakan air secara kasat mata misalnya ketersediaan air sulit dijangkau karena adanya musuh, binatang buas, atau dipenjara. Sedangkan sulit menggunakan air secara syara’ misalnya khawatir akan datang penyakit, takut penyakit yang dimiliki kambuh, atau menghambat penyembuhan.
  • Saat kondisi dingin juga dianjurkan untuk bertayamum. Sebab, jika menggunakan air Anda bisa kedinginan apalagi jika tidka ada sesuatu yang bisa digunakan untuk menghangatkan tubuh kembali. Maka sebaiknya Anda bertayamum ketika hendak menunaikan salat.

3 dari 4 halaman

Aturan Tayamum

Sebelum mengetahui niat dan cara tayamum di tembok, hal yang tak kalah penting untuk dipahami adalah beberapa aturan tayamum. Dalam hal ini, terdapat beberapa aturan yang perlu Anda perhatikan ketika hendak melakukan tayamum.

Aturan ini meliputi kapan waktu yang tepat untuk melakukan tayamum, jenis benda yang digunakan untuk tayamum, hingga batas berlakunya tayamum. Berikut beberapa aturan tayamum yang perlu Anda ketahui:

  • Tayamum harus dilakukan setelah memasuki waktu salat.
  • Sudah dipastikan jelas tidak ada ketersediaan air. Untuk memastikan, maka Anda harus melakukan pencarian sumber air terlebih dahulu di sekitar lokasi, jika benar-benar tidak ditemukan, maka boleh melakukan tayamum.
  • Tayamum dapat dilakukan pada tanah yang bersih, lembut, dan berdebu. Artinya, tanah tidak basah, tidak bercampur dengan tepung, kapur, batu, dan kotoran lainnya. Tayamum juga dapat dilakukan di beberapa tempat yang memiliki debu bersih, seperti tembok atau baju.
  • Tayamum yang dilakukan hanya sebagai pengganti wudu dan mandi besar, bukan pengganti najis. Maka sebelum bertayamum, najis perlu dihilangkan terlebih dahulu.
  • Tayamum yang dilakukan hanya berlaku untuk satu kali salat fardu. Namun jika ingin melanjutkan salat sunah, jenazah, atau membaca Al Quran, maka tayamum tersebut masih berlaku.
  • Tayamum hanya memiliki empat rukun, yaitu niat dalam hati, mengusap wajah, mengusap tangan, dan tertib.

4 dari 4 halaman

Niat dan Cara Tayamum di Tembok

Setelah mengetahui sebab-sebab dan aturan dalam bertayamum, terakhir akan dijelaskan bagaimana niat dan cara tayamum di tembok. Secara umum, tayamum di tembok memiliki niat dan tata cara yang sama saat melakukan tayamum di tanah.

Di mana kegiatan tayamum ini dilakukan dengan empat rukun, mulai dari membaca niat, mengusap muka, mengusap tangan, dan tertib. Berikut penjelasan niat dan cara tayamum di tembok yang bisa Anda praktikkan.

Adblock test (Why?)



from "cara" - Google Berita https://ift.tt/FQkLWBI
via IFTTT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru 2023 dan Cara Mengeceknya - detikSulsel

Makassar - Pengumuman PPPK Guru 2023 telah dikeluarkan di laman resmi SSCASN BKN. Pengumuman hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perj...