
loading...
Sekjen NATO Jens Stoltenberg. Foto/Russia Today
Stoltenberg mengatakan bahwa NATO akan meminta China untuk melawan Rusia tetapi Beijing tidak mungkin mendengarkan.
"Beijing telah bergabung dengan Moskow dalam mempertanyakan hak negara-negara merdeka untuk memilih jalan mereka sendiri," kata Stoltenberg pada konferensi pers jelang KTT NATO di Brussels.
"China telah memberi Rusia dukungan politik, termasuk dengan menyebarkan kebohongan terang-terangan dan informasi yang salah," lanjut Stoltenberg seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (24/3/2022).
Stoltenberg mengatakan bahwa para pemimpin NATO akan mengatasi peran China selama KTT yang akan dihelat pada hari ini waktu setempat, dan akan meminta negara adidaya Asia itu untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai anggota Dewan Keamanan PBB dan menahan diri dari mendukung upaya perang Rusia serta bergabung dengan seluruh dunia dalam menyerukan diakhirinya perang ini dengan segera dan damai.
Tidak jelas contoh kebohongan dan kesalahan informasi yang dimaksud Stoltenberg, meskipun China telah bergabung dengan Rusia dalam mengutuk aktivitas laboratorium biologi yang didanai Amerika Serikat (AS) di Ukraina.
Baca juga: Hampir Sebulan Invasi Rusia, NATO Lipatgandakan Pasukan di Eropa Timur
Para pejabat AS telah membantah klaim bahwa laboratorium penelitian Ukraina sedang mengerjakan senjata biologis, bertentangan dengan dokumen yang diterbitkan oleh Rusia. Namun, pejabat Amerika mengkonfirmasi keberadaan laboratorium.
from "cara" - Google Berita https://ift.tt/4765qQX
via IFTTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar